Di bawah awan kelam yang menyelimuti langit..
Diikuti sejuknya angin yang berhembus..
Ku duduk di pematang sawah..
Memandangi hamparan padi di sawah..
Padi yang mulai menguning karena semakin berisi..
Menunduk menghampiri tanah, tempat di mana dia tumbuh..
Di sebelah sana, ku melihat sebuah pohon..
Pohon yang menjulang tinggi ke angkasa..
Pohon yang semakin berisi, tumbuh ke atas dengan perkasa..
Melupakan tanah, tempat dimana dia tumbuh..
Ya, dia adalah sebuah pohon kelapa..
Bagiku, dia adalah sebuah pohon yang congkak..
Pohon yang selalu memikirkan dirinya..
Dia takut akan manusia yang ingin mengambil buahnya..
Bagiku, dia adalah sebuah pohon yang melambangkan pejabat negeri ini..
Selalu merasa hebat..
Tanpa pernah melihat darimana mereka berasal..
Mereka melupakan rakyat kecil yang telah memilihnya..
Memilihnya untuk memajukan negeri ini..
Bukan memajukan dirinya sendiri..
Diikuti sejuknya angin yang berhembus..
Ku duduk di pematang sawah..
Memandangi hamparan padi di sawah..
Padi yang mulai menguning karena semakin berisi..
Menunduk menghampiri tanah, tempat di mana dia tumbuh..
Di sebelah sana, ku melihat sebuah pohon..
Pohon yang menjulang tinggi ke angkasa..
Pohon yang semakin berisi, tumbuh ke atas dengan perkasa..
Melupakan tanah, tempat dimana dia tumbuh..
Ya, dia adalah sebuah pohon kelapa..
Bagiku, dia adalah sebuah pohon yang congkak..
Pohon yang selalu memikirkan dirinya..
Dia takut akan manusia yang ingin mengambil buahnya..
Bagiku, dia adalah sebuah pohon yang melambangkan pejabat negeri ini..
Selalu merasa hebat..
Tanpa pernah melihat darimana mereka berasal..
Mereka melupakan rakyat kecil yang telah memilihnya..
Memilihnya untuk memajukan negeri ini..
Bukan memajukan dirinya sendiri..
No comments:
Post a Comment